Tampilkan postingan dengan label ujung kulon tour. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ujung kulon tour. Tampilkan semua postingan

Selasa, 16 Maret 2010

Menyusuri Keindahan Pantai Barat Ujung Kulon Banten



Bagi para penyuka tantangan dan perjalanan, Pantai Barat Banten bisa menjadi pilihan untuk berlibur melepas penat dan segala persoalan yang biasa dihadapi sehari-hari. Pantai yang membentang sepanjang Anyer, Carita, Labuan, Panimbang, Tanjung Lesung, hingga Sumur di perbatasan Ujung Kulon di Provinsi Banten memiliki keindahan yang menarik untuk dinikmati.

Wisata Ujung Kulon

Namun, bila masih penasaran dengan pesona pantai barat, harus melanjutkan perjalanan hingga Ujung Kulon. Ada dua pilihan tujuan, yakni kawasan wisata Tanjung Lesung atau Pulau Umang di Ujung Kulon. Di lokasi itu, tempat matahari terbenam terasa semakin dekat.

Untuk menuju Tanjung Lesung dibutuhkan waktu sekitar satu jam dari kawasan Carita. Perjalanan menyusuri jalan negara dari Carita, Labuan, Panimbang, Citeureup, lalu tiba di Tanjung Lesung.

Hamparan lautan biru menjadi pemandangan di sepanjang jalan menuju Tanjung Lesung. Aktivitas warga di perkampungan nelayan juga kembali terlihat di muara Panimbang, terutama jika dilihat dari jembatan Panimbang.

Laut serasa semakin dekat memasuki daerah Citeureup, masih di Kecamatan Panimbang. Abrasi membuat ombak terasa mengempas jalan raya yang dilintasi. Di kejauhan terlihat bagan-bagan bambu nelayan berjajar di belakang di tepi laut.

Pusat Desa Citeureup itulah pintu masuk menuju Desa Tanjung Jaya, lokasi kawasan wisata Tanjung Lesung. Beberapa menit dari pertigaan akan terpampang papan kayu bertuliskan ”Kawasan Desa Wisata Cipanon”. Cipanon merupakan sebuah kampung di Tanjung Jaya, yang sudah menjadi kawasan wisata. Sekitar 1 kilometer dari perkampungan penduduk terlihat sejumlah bangunan megah. Itulah kompleks peristirahatan di tepi pantai yang dikelola swasta.

Jika ingin berlibur di Tanjung Lesung, ada dua pilihan untuk menginap. Di rumah-rumah penduduk yang dibuat semacam home stay dengan tarif Rp 100.000 per malam, atau menginap di vila, hotel, maupun resor dengan tarif Rp 500.000-Rp 1,5 juta per malam.

Bukan hanya pemandangan laut yang bisa dinikmati selama berlibur. Pengunjung bisa meminta diantarkan untuk melihat lokasi konservasi terumbu karang di tengah laut. ”Ada tiga lokasi transplantasi karang di daerah ini, yaitu Karang Gundul, Tanjung Lesung, dan Pulau Liungan,” kata Pongke, seorang penggiat lingkungan yang juga menyediakan penginapan di rumahnya.

Untuk berkeliling melihat terumbu karang, warga menyediakan jasa sewa perahu berkapasitas 15 orang seharga Rp 500.000. Selain menikmati keindahan terumbu karang, pengunjung juga bisa belajar cara transplantasi karang.

Apabila diminta, perahu bisa mengantar pengunjung untuk memancing, menyelam, atau berenang di tengah laut. Namun peralatan harus disediakan sendiri karena belum ada penyewaan alat selam di sana. Selain itu, perahu warga desa juga siap mengantar berkeliling melihat kepulauan di Ujung Kulon. Satu kali perjalanan menuju Pulau Peucang butuh waktu tiga jam berlayar. Tarif sewa perahu dipatok Rp 3 juta pergi-pulang.

Fasilitas yang disediakan hotel, resor, maupun vila di Tanjung Lesung lebih lengkap dibanding di desa wisata. Mereka juga menyediakan paket wisata bersatu dengan alam, seperti berkeliling melihat terumbu karang, memberi makan camar, menyelam, dan berbagai olahraga air lainnya. Seluruh peralatan olahraga disediakan pengelola Tanjung Lesung.

Sumber : KOMPAS

Senin, 22 Februari 2010

Indahnya Taman Nasional Ujung Kulon




Ujung kulon terletak diprovinsi banten, tepatnya ***jung barat bagian selatan, dengan luas areal -/+ sebesar 1.350 kilometer persegi, termasuk beberapa pulau seperti pulau pucang, panaitan dan handeuleum. Areal ujung kulon telah diproteksi sejak zaman belanda ditahun 1921 dan secara resmi merupakan taman nasional sejak tahun 1980. Disamping banteng (bos javanicus), beberapa reptilia dan burung-burung, primadona ujung kulon adalah badak bercula satu (javan rhinoceros) yang diperkirakan hanya sekitar 65 ekor yang tersisa ditaman nasional ujung kulon.
ujung kulon dapat dicapai dari jakarta dengan melalui jalan tol jakarta – merak, exit anyer/carita, langsung kearah selatan, labuhan (s6.586944-e105.858889) terus sampai sumur (s6.839722-e105.835833). Perjalanan sejauh 240 kilometer, ditempuh dalam waktu 4 jam, dengan kecepatan wajar. Kondisi jalan cukup baik, kecuali disekitar pabrik krakatau steel yang rusak cukup parah. Perjalanan terberat adalah ruas sumur – taman jaya, sejauh 20 kilometer yang ditempuh dalam waktu 2 jam, jadi bisa dibayang bagaimana kondisi jalannya: indescribable! Hanya bisa ditempuh dengan kendaraan suv 4x4!
Sebenarnya, ada alternative lain dan kita tidak perlu menempuh ruas sumur – taman jaya, cukup menuju logon umang (s6.730000-e105.624444) dan menuju ujung kulon melalui pulau umang resort, sekitar 5 kilometer dari sumur.
Disaat berjuang melalui jalan yang rusak parah, ditengah-tengah perjalanan, tepatnya didesa cisaat (s6.767500-e105.600556) saya melihat gedung sekolah madrasah ibtidaiyah yang masih cukup terpelihara dengan tulisan: hibah dari pemerintah belanda. Hartelijk dank meneer!
Meskipun desa ujung jaya adalah desa terakhir untuk menuju ujung kulon, baik melalui darat maupun laut, tetapi fasilitas didesa taman jaya jauh lebih baik dalam hal akomodasi dan ketersediaan supply bahan makanan.




Http://liburan.info

Selasa, 09 Februari 2010

Ragam Pesona di Ujung Kulon Barat Jawa



Ada pendapat yang menyatakan, pembuatan paket wisata harus mempertimbangkan lama waktu perjalanan dari satu obyek ke obyek wisata lainnya. Apabila waktu tempuh dari satu destinasi wisata ke destinasi lainnya terlalu lama - katakan sampai empat jam - ada kemungkinan wisatawan akan bosan.

Pada kondisi ini, Banten dengan wisata Ujung Kulon ***ntungkan dengan banyaknya pesona obyek wisata yang apabila diatur sedemikian rupa alur penjadwalannya, dapat ditempuh tidak terlalu lama. Sehingga, dalam waktu satu dua jam pun wisatawan dapat berpindah dari satu obyek ke obyek wisata lainnya.

Di Serang, misalnya, ada beragam tempat yang menarik untuk dikunjungi, sebut saja kawasan penghasil kerajinan gerabah di Bumi Jaya, pembuatan batik Banten di bilangan Bhayangkara Kecamatan Cipocok, Pantai Anyer, dan situs Banten Lama.

Kabupaten Pandeglang pun diberkahi sebaran pantainya yang eksotik, seperti Carita, Tanjung Lesung, dan Pulau Umang di Ujung Kulon. Di Pandeglang ini pula terdapat Taman Nasional Ujung Kulon yang merupakan wilayah konservasi alam tempat habitat badak bercula satu, spesies yang hampir punah.

Selain wisata alam, Banten pun kaya dengan seni tradisi yang elok dipandang. Seni dimaksud, antara lain, terbang gede, rampak bedug, dan beragam tarian yang menarik hati. Menimbang hal ini, Banten jelas berpotensi di bidang pariwisata.

Dalam perjalanan uji coba paket wisata di Banten beberapa waktu lalu, Ketua ASITA Banten Ng Bana Sembiring sempat mengingatkan pentingnya memperhatikan jenis kendaraan yang digunakan mengangkut wisatawan dengan lebar sempitnya jalan menuju suatu kawasan.

Ini penting karena apabila bus yang digunakan terlalu tambun, maka kendaraan tersebut akan kesulitan apabila harus berbelok atau melintas di ruas jalan yang sempit. Ujung-ujungnya, akan ada waktu yang terbuang dan bisa mengurangi kenyamanan turis dalam bepergian.

travel.kompas.com

Kamis, 14 Januari 2010

Menikmati Pesona Pulau Umang Ujung Kulon



Menikmati liburan tak ada salahnya jika kita berwisata di Pulau Umang, Pandeglang, Ujung Kulon Banten. Pulau mungil seluas lima hektare yang terletak di Ujung Kulon ini menawarkan wisata alam yang memukau, dengan sentuhan bangunan dan keindahan alam sekitarnya yang memberikan kemewahan dan kenyamanan tersendiri.

Kawasan yang berdiri sejak 2004 ini, letaknya tersembunyi dan jauh dari hingar bingar perkotaan. Sangat ideal bagi mereka yang ingin refreshing dan menghilangkan kejenuhan rutinitas di kota metropolitan.

Pulau pribadi, yang dibuka untuk umum dalam bentuk resort and spa itu, ditempuh dalam waktu 10 menit, menggunakan kapal motor kecil dari Sumur. Sementara untuk menjangkau dermaga kecil ke Pulau Umang membutuhkan waktu 4-5 jam perjalanan darat dari Jakarta.

Sambil menikmati pemandangan pantai yang eksotis, pengunjung dapat berolahraga air dengan fasilitas memadai seperti snorkling dan jet ski. Perairan di sekitar Pulau Umang cukup aman karena ombak yang cukup tenang.

Resort di Pulau Umang menghadap ke sunrise dan sunset. Pengunjung dapat menikmati fenomena alam dan merasakan hangatnya matahari kala terbit maupun senja.

Trend global 'back to nature' (kembali ke alam) merupakan gaya hidup yang paling banyak diminati masyarakat kota besar, sebagai sarana rekreasi yang menyehatkan dan bermanfaat untuk meningkatkan kualitas hidup.

Rekreasi 'back to nature' mempunyai kelebihan, selain menyehatkan juga menyadarkan manusia, bahwa kelestarian lingkungan harus terus dijaga, agar ada keseimbangan didalam kehidupan manusia.

Pulau Umang yang berada di Ujung Kulon pulau Jawa menerapkan konsep 'back to nature' dan berbagai kegiatan outbound di alam bebas. Tentunya pengunjung dapat menikmati kegiatan Outbound yang berada di atas bukit dengan pemandangan laut bebas yang spektakuler.

Dengan mendaki bukit Lengon selama 10 menit, aneka wahana permainan yang menantang adrenalin telah disediakan. Seperti, jump fox, elvis dan flying fox. Untuk flying fox sendiri memiliki panjang sekitar 200 meter, pada permainan ini dituntut keberanian untuk terjun dan turun hingga sampai ke ‘terminal’ berikutnya.

Begitu pula permainan outbound elvis yang juga mengadu nyali dengan berjalan diatas tambang dan meraih tali diatas ketinggian sampai ke tujuan. Tak kalah seru, jump fox pun menantang detak jantung Anda untuk terjun bebas dengan target menggapai ayunan yang ada di depan Anda.

Tak bisa dielakkan lagi, Indonesia memiliki fenomena alam yang menarik sebagai kunjungan wisata bahari. Karenanya, mari kita lestarikan dan galakkan wisata nusantara.

kompas-tv.com